• facebook
  • instagram
  • twitter
  • mail
Traveling – First Time of Rafting at Citatih River, Sukabumi

Traveling – First Time of Rafting at Citatih River, Sukabumi

Foto ini diambil sudah agak lama sebenarnya. April 2011. Dan ini adalah pertama kalinya saya ikutan rafting. Berawal dari acara yang diadakan oleh teman-teman kuliah suami. Lokasi yang dipilih adalah sungai Citatih, Sukabumi. Biaya yang dikenakan saat itu adalah Rp. 220.000/orang kalo ga salah. Itu adalah harga dengan kuota peserta sebanyak 20 orang dengan jarak tempuh rafting 9 km dan saat itu sedang ada promo dari Cherokee, sodara-sodara πŸ™‚

Perjalanan dimulai pukul 08.00 dari titik keberangkatan fakultas psikologi UI. Perjalanan kami tempuh sekitar 3.5 – 4 jam untuk mencapai lokasi kedatangan. Di situ kami disambut dengan welcoming lunch berupa sepiring nasi goreng hangat dengan irisan telur dadar, taburan bawang goreng, dan kerupuk. Cukuplah untuk mengisi tenaga sebelum memulai perjalanan πŸ™‚

Selesai menikmati welcoming lunch, kami lanjutkan dengan sholat Dzuhur terlebih dahulu, kemudian mulai bersiap untuk menuju lokasi rafting. Bagi yang lupa membawa alas kaki yang nyaman untuk rafting, di sana ada beberapa orang pedagang yang menjual berbagai macam alas kaki yang nyaman. Sebelum berangkat menuju lokasi, salah seorang kru Cherokee memberikan tawaran apakah ada yang ingin menambah jarak tempuh yang tadinya 9 km menjadi 12 km dengan biaya tambahan Rp. 50.000/orang, minimal 4 orang atau 1 boat. Tapi karena hampir semua dari kami ini adalah pengalaman yang pertama, maka tidak satu pun yang mengambil tawaran itu.. Hanya berpikir, coba yang 9 km dulu deh.. hehee..

Sekitar pukul 12.30 kami menuju ke lokasi dengan metromini yang sudah disediakan oleh Cherokee, khusus untuk mengantar kami ke lokasi. Jalan yang kami lalui menuju lokasi tidak bisa dibilang mulus dan berliku. Bagi yang tidak terbiasa mungkin akan sedikit merasa pusing duluan sebelum tiba di lokasi. Tapi Alhamdulillah saya masih bisa menikmati perjalanan sekitar 30 menit itu. Sambil menikmati pemandangan yang sebagian adalah permukiman warga, tapi lingkungannya masih alami dan udaranya masih bersih.

Tiba di lokasi rafting, kami pun dipersilakan untuk mengambil dan memakai rompi pelampung, pelindung kepala, dan dayung. Setelah siap dengan perlengkapan tersebut, kami semua berkumpul untuk mendengarkan dengan seksama arahan dari pemandu, mengenai bagaimana safety selama rafting nanti, bagaimana cara untuk menjaga keseimbangan boat, bagaimana teknik yang harus dikuasai ketika boat terbalik, dan yang pasti bagaimana pentingnya kekompakan dan kerjasama setiap orang yang bersama dalam satu boat, dan bagaimana mengikuti instruksi kapan harus mengayuh dayung dan kapan harus menahan.

Setelah briefing dan berdoa bersama, kami pun memulai perjalanan raftingnya. Setiap boat diisi oleh sekitar 5-6 orang, termasuk 1 orang pemandu. Exited adalah ketika kami melewati aliran air yang deras dengan beberapa batuan yang ada sebagai rintangan. Di situlah saat dimana kekompakan tim menjadi sangat penting, untuk menjaga keseimbangan. Selama perlananan rafting, si pemandu memberikan sedikit penjelasan tentang nama-nama jeram yang kami lalui. Jeram sebenarnya memiliki arti aliran air sungai yang deras. Ada beberapa nama, tapi saya lupa..:)

Setelah perjalanan rafting ditempuh sekitar 3 km, kami istirahat di salah satu titik di sepanjang sungai. Para pemandu membagikan snack berupa lontong. Lontong yang saya tau berisi oncom, dan saya kurang suka, jadi saya tidak memakannya. Entah benar atau ga, si pemandu mengatakan bahwa lontong tadi berisi daging biawak, hee..

Setelah beristirahat 10-15 menit, perjalanan dilanjutkan kembali. Perjalanan pun semakin seru. Jeram yang kami lalui semakin menantang. Keseruan lain terjadi ketika bertemu dengan tim boat yang lain. Saling memercik air, bahkan ada yang dengan sengaja menjatuhkan teman atau bahkan menjatuhkan diri sendiri ke dalam air sungai (tapi dengan catatan ini dilakukan saat aliran air tenang, bukan saat melintasi jeram :)). Bagaimanapun juga, safety first. Menjatuhkan diri sendiri ? Ada lhooo.. karena katanya bagaimanapun juga, kalo ga basah ga afdol, hehe..

Daaan, 9 km pun berlalu dengan cepat ternyata. Rada nyesel juga kenapa ga ambil tawaran untuk nambah jadi 12 km tadi ya? Haha.. But 9 km is still great! Tiba di lokasi pemberhentian, adalah sebuah tempat yang ditata dengan apik. Setiap orang disambut dengan sebutir kelapa muda yang siap diseruput kesegarannya. Di sana terdapat beberapa kamar mandi untuk membersihkan diri seusai basah oleh air sungai. Beberapa memilih langsung membersikan diri, beberapa memilih untuk beristirahat di saung dan gazebo yang ada di lokasi sambil menikmati makan sore πŸ™‚

Menunya adalah masakan sunda. Ada sayur asem, ikan, ayam, tahu, dan tempe goreng, aneka lalapan, sambel terasi, kerupuk. Rasa lelah setelah mendayung 9 km (ga segitunya juga sih, hehe) ditambah dengan suasana sore yang teduh membuat makan sore hari itu terasa sangat nikmat. Buat yang pengen menghilangkan pegel-pegel, ada beberapa ibu-ibu separuh baya yang khusus memberikan jasa pijat di salah satu gazebo di situ dengan memberikan tip sukarela.

Selesai beristirahat dan bersantap sore, kami pun bersiap kembali ke lokasi kedatangan pertama siang tadi, kembali menggunakan metromini yang melintasi rute awal yang meliuk-liuk tadi. Tapi setelah melewati lintasan jeram 9 km tadi, jalanan meliuk-liuk tadi jadi ga terasa..:p

Overall, pengalaman pertama rafting ini sangat seru. Kembali ke Jakarta pun dengan perasaan yang puas. Mudah-mudahan kalo ada waktu lagi, bisa coba yang 12 km πŸ˜‰

Oh ya, pada beberapa titik sepanjang lintasan rafting, terutama ketika kami melintasi jeram yang besar, ada seorang fotografer yang standby untuk membidik boat yang melintas dan siap mengabadikan momen seru ini, yang hasil fotonya bisa kita beli. Jadi ga usah kuatir dan ribet sendiri pengen ambil foto diri sendiri di atas perahu. Just enjoy the ride πŸ™‚

PIM

Doing something we love is fun, right? And I love food traveling, reading, watching movie, writing, and crafting sometimes..:-) -- Seorang farmasis, karyawan di salah satu perusahaan farmasi di Indonesia :) Yang meyakini bahwa menjadikan pekerjaan sebagai hobi, atau menjadikan hobi sebagai pekerjaan adalah sesuatu yang luar biasa..!! -- Yang suatu saat bisa berkata : "People call it work, but I call it hobby" --

Leave a reply